Kamis, 24 Oktober 2024

Rangkuman Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Bersbasis Nilai nilai Kebajikan

 Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki hubungan yang erat dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin, khususnya dalam konteks pendidikan. Pratap Triloka, yang terdiri dari tiga semboyan: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani, memberikan panduan mendalam tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya bersikap dan mengambil keputusan.

Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan) menekankan pentingnya seorang pemimpin untuk menjadi contoh yang baik bagi yang dipimpinnya. Dalam pengambilan keputusan, hal ini berarti pemimpin harus mempertimbangkan dampak keputusan tersebut terhadap dirinya sendiri dan orang lain, serta memastikan bahwa keputusan tersebut selaras dengan nilai-nilai yang dianutnya

Ing Madya Mangun Karso (di tengah membangun semangat) menitikberatkan pada peran pemimpin dalam memotivasi dan mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pengambilan keputusan, ini berarti pemimpin harus melibatkan orang-orang yang dipimpinnya dalam proses pengambilan keputusan, mendengarkan pendapat mereka, dan memastikan bahwa keputusan tersebut diterima dan didukung oleh semua pihak.

Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dukungan) menekankan pentingnya pemimpin untuk memberikan dukungan dan bimbingan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Dalam pengambilan keputusan, ini berarti pemimpin harus siap membantu dan membimbing orang-orang yang dipimpinnya dalam menerapkan keputusan tersebut, serta memberikan dukungan dan motivasi ketika mereka menghadapi tantangan.

Secara keseluruhan, Pratap Triloka mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas, empati, dan komitmen untuk memajukan orang-orang yang dipimpinnya.  Dalam pengambilan keputusan, pemimpin harus mempertimbangkan dampak keputusan tersebut terhadap semua pihak, melibatkan orang-orang yang dipimpinnya dalam proses pengambilan keputusan, dan memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

Penerapan filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dalam pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin dapat menghasilkan keputusan yang adil, berorientasi pada kesejahteraan bersama, dan berdampak positif bagi orang-orang yang dipimpinnya.  Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Ki Hajar Dewantara yang ingin memanusiakan manusia dan melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdedikasi.

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Perangai seseorang terkadang merupakan cerminan dari nilai-nilai yang tertanam dalam diri seseorang tersebut. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap prinsip-prinsip yang diambil ketika seseorang tersebut akan mengambil keputusan. Begitu pula dalam proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, dan kompetensi  kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness)  dan keterampilan berhubungan sosial  (relationship skills),  akan mendukung dalam mewujudkan sikap  Tut wuri handayani . Hal ini dapat dilakukan oeh seorang pendidik dengan memberikan dorongan secara moril maupun materil bagi semua warga sekolah. Nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri pendidik akan mewarnai. setiap pengambilan keputusaan. Nilai kejujuran, integritas sebagi pendidik akan tergambar dalam keteladanan dan kebijakan — kebijakan yang diambil dalam setiap keputusan.

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan yang etis dan berintegritas. Modul Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan menekankan pentingnya untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur dalam setiap keputusan yang kita ambil, sehingga menghasilkan keputusan yang berdampak positif bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya ?

Materi pengambilan keputusan memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan coaching dalam proses pembelajaran. Coaching, terutama dalam konteks pengujian keputusan yang telah diambil, dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang sangat berharga untuk membantu kita memahami, mengevaluasi, dan meningkatkan proses pengambilan keputusan kita. Dimana pada proses coaching kita bisa memberikan pertanyaan pertanyaan terbuka dan berbobot untuk mengidentifikasi sebuah permasalahan sehingga akan ada berbagai kemungkinan jawaban atau Solusi yang di dapat dari kegiatan tersebut, sehingga secara tidak langsung bisa memberi opsi opsi Keputusan yang akan diambil dan di diskusikan dengan stakeholder yang ada dilingkungan kerja kita.

Coaching merupakan alat yang sangat efektif untuk membantu kita memahami, mengevaluasi, dan meningkatkan proses pengambilan keputusan kita, pengambilan keputusan dan sesi coaching saling melengkapi, dan keduanya dapat memberikan kita pengetahuan, keterampilan, dan refleksi diri yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih efektif dan bertanggung jawab.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi dilema etika. Guru yang memiliki kesadaran sosial emosional yang tinggi cenderung akan membuat keputusan yang lebih bijaksana, adil, dan berempati. Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya adalah kunci untuk mengambil keputusan yang etis dan bijaksana dalam berbagai situasi, termasuk dilema etika. Dengan mengembangkan kemampuan ini, guru dapat menjadi role model bagi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, hal ini tentu akan berdampak positif bagi siswa, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan.

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika merupakan kesempatan bagi seorang pendidik untuk merefleksikan dan memperkuat nilai-nilai yang dianutnya. Melalui proses ini, pendidik dapat menguji bagaimana nilai-nilai tersebut berperan dalam pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks. studi kasus etika bukan hanya sekadar latihan akademis, tetapi juga merupakan sarana untuk memperdalam pemahaman tentang diri sendiri sebagai seorang pendidik. Dengan secara rutin melakukan refleksi terhadap nilai-nilai yang dianut, seorang pendidik dapat menjadi role model yang inspiratif bagi siswa dan komunitas sekolah.

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan Keputusan yang Tepat sama dengan Kunci Lingkungan yang Positif, Pengambilan keputusan adalah jantung dari setiap tindakan. Ketika kita berbicara tentang lingkungan yang positif, keputusan yang kita ambil memiliki dampak yang sangat signifikan. keterampilan yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Dengan memahami prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Pengambilan keputusan yang tepat memiliki peran yang sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Keputusan yang bijaksana, adil, dan berempati dapat membangun rasa kepercayaan, keamanan, dan kesejahteraan bagi semua anggota komunitas.

Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan pendidikan memang ada, dan seringkali terkait dengan perubahan paradigma yang terjadi. Berikut beberapa tantangan yang mungkin dihadapi:

1.      Perbedaan Pandangan, Interpretasi dan Budaya Sekolah,  Setiap sekolah memiliki budaya dan nilai-nilai yang telah tertanam selama bertahun-tahun.  Perbedaan interpretasi terhadap aturan dan nilai-nilai etika bisa menjadi tantangan.  Misalnya,  ada sekolah yang cenderung lebih kaku dan berpegang teguh pada aturan, sementara yang lain lebih fleksibel dan mengedepankan aspek humanis

2.      Perubahan Paradigma,  Perubahan paradigma di lingkungan pendidikan, seperti pergeseran fokus dari pembelajaran berbasis hafalan ke pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa, dapat menimbulkan perbedaan pandangan tentang apa yang dianggap etis.  Misalnya,  bagaimana mendefinisikan kecurangan dalam ujian jika siswa diizinkan untuk mengakses informasi secara online?

3.      Tekanan Sosial dan Konflik Kepentingan, misalnya Tekanan dari Orang Tua, Orang tua siswa seringkali memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap sekolah dan guru.  Tekanan dari orang tua untuk memberikan nilai yang baik atau melindungi anak mereka dapat menimbulkan konflik kepentingan dan membuat pengambilan keputusan menjadi lebih sulit.

4.      Konflik Antar Pihak, Dilema etika seringkali melibatkan konflik antar pihak, seperti siswa dengan guru, guru dengan orang tua, atau siswa dengan siswa.  Membuat keputusan yang adil dan memuaskan semua pihak dalam situasi seperti ini bisa menjadi tantangan.

5.      Kurangnya Kesadaran Sosial Emosional,  Guru yang kurang memahami emosi mereka sendiri mungkin akan terburu-buru membuat keputusan berdasarkan emosi sesaat, bukan berdasarkan pertimbangan yang matang.  Hal ini dapat berdampak negatif pada kualitas keputusan yang diambil.

6.      Empati, Guru yang kurang memiliki empati mungkin akan kesulitan memahami perspektif semua pihak yang terlibat dalam dilema etika.  Hal ini dapat membuat keputusan yang diambil tidak adil dan tidak berempati.

Kaitan dengan Perubahan Paradigma, Perubahan paradigma di lingkungan pendidikan dapat memperumit tantangan dalam pengambilan keputusan etika.  Misalnya,  pergeseran fokus dari pembelajaran berbasis hafalan ke pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa dapat menimbulkan dilema etika baru, seperti bagaimana mendefinisikan kecurangan dalam ujian jika siswa diizinkan untuk mengakses informasi secara online.  Perubahan nilai-nilai dalam masyarakat juga dapat memengaruhi cara pandang terhadap etika, sehingga guru perlu terus beradaptasi dan memperbarui pemahaman mereka tentang etika dalam konteks yang berubah.

Tantangan dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan pendidikan sangatlah nyata.  Perbedaan pandangan, tekanan sosial, kurangnya kesadaran sosial emosional, dan keterbatasan sumber daya merupakan beberapa tantangan yang mungkin dihadapi.  Perubahan paradigma di lingkungan pendidikan juga dapat memperumit tantangan ini.  Oleh karena itu,  penting bagi guru untuk memahami dan mengelola tantangan ini dengan bijak, serta terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menghadapi dilema etika dan mengambil keputusan yang tepat.

Pengambilan keputusan yang tepat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengajaran yang memerdekakan murid.  Keputusan yang kita ambil akan membentuk lingkungan belajar yang mendukung potensi unik setiap murid dan mendorong mereka untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

pengambilan keputusan yang tepat dapat memengaruhi pengajaran yang memerdekakan murid

1.      Menciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung, Pembelajaran yang Berdiferensiasi: Keputusan untuk menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi akan memungkinkan guru untuk memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar setiap murid.  Hal ini akan membuat murid merasa dihargai dan didukung, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih efektif dan mencapai potensi mereka.

2.      Pemberian Kebebasan, Keputusan untuk memberikan kebebasan kepada murid dalam memilih kegiatan belajar, metode belajar, atau topik yang ingin mereka pelajari akan mendorong mereka untuk menjadi lebih aktif dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri.  Hal ini akan membantu mereka mengembangkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kreativitas.

3.      Membangun Hubungan Guru-Murid yang Positif, Empati dan Pemahaman,  Keputusan untuk memahami kebutuhan dan kesulitan setiap murid akan membangun hubungan guru-murid yang lebih positif dan saling percaya.  Guru yang empati akan lebih mudah memotivasi dan mendukung murid mereka, sehingga mereka merasa dihargai dan didengarkan.

4.      Komunikasi yang Efektif, Keputusan untuk melibatkan murid dalam proses pengambilan keputusan akan meningkatkan komunikasi yang efektif antara guru dan murid.  Ketika murid merasa didengarkan dan dihargai, mereka akan lebih mudah menyampaikan ide, kebutuhan,

5.      Pemberian Tanggung Jawab,  Keputusan untuk memberikan tanggung jawab kepada murid dalam proses belajar akan membantu mereka mengembangkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri.  Hal ini akan membantu mereka menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab.

 

Untuk memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid yang berbeda-beda, tentunya seorang  guru perlu Mengenali Potensi Murid, Melalui observasi, penilaian, dan komunikasi dengan murid, guru perlu memahami kekuatan, kelemahan, minat, dan gaya belajar setiap murid. Memilih Metode Pembelajaran yang Tepat Misalnya,  murid yang visual dapat belajar lebih efektif melalui gambar dan video, sementara murid yang kinestetik dapat belajar melalui aktivitas fisik.

Pengambilan keputusan yang tepat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengajaran yang memerdekakan murid.  Keputusan yang kita ambil akan membentuk lingkungan belajar yang mendukung potensi unik setiap murid dan mendorong mereka untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.  Dengan memahami potensi murid dan memilih metode pembelajaran yang tepat, guru dapat membantu murid untuk belajar dengan lebih efektif, mengembangkan rasa percaya diri, dan mencapai potensi mereka.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan dan masa depan murid-muridnya. Keputusan yang tepat dapat membuka jalan bagi murid untuk mencapai potensi mereka, sementara keputusan yang salah dapat membatasi peluang mereka dan mengurangi kesempatan mereka untuk berkembang. Oleh karena itu, penting bagi pemimpin pembelajaran untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang efektif, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang terbaik bagi murid-murid mereka.

Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan, dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya, adalah bahwa pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran harus berakar pada nilai-nilai luhur dan berpihak pada murid.  Modul ini menekankan pentingnya mengutamakan nilai-nilai kebajikan universal seperti kejujuran,  keadilan,  kepedulian,  dan integritas dalam setiap keputusan yang diambil. Hal ini sejalan dengan modul-modul sebelumnya yang membahas tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang positif, kondusif, aman, dan nyaman bagi murid.

Dengan demikian,  pengambilan keputusan yang berlandaskan nilai-nilai kebajikan akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan murid secara holistik. Modul ini juga membahas empat paradigma dilema etikayang sering dihadapi dalam pengambilan keputusan, yaitu individu vs masyarakat, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan, dan jangka pendek vs jangka panjang.  Modul ini juga  mengajarkan kepada kita tiga prinsip pengambilan keputusan, yaitu prinsip berbasis hasil akhir,  prinsip berbasis peraturan,  dan prinsip berbasis rasa peduli. Dengan memahami paradigma dan prinsip-prinsip ini,  pemimpin pembelajaran dapat  menganalisis situasi dengan lebih baik dan  memilih  keputusan yang  tepat  dan  bertanggung jawab.

 

Keterkaitan dengan modul-modul sebelumnya semakin memperkuat pesan bahwa pengambilan keputusan harus berpihak pada murid. Setiap keputusan yang diambil harus  mempertimbangkan  kepentingan  dan  kebutuhan  murid  sebagai  prioritas  utama.  Modul-modul sebelumnya telah membahas  tentang  pentingnya  mengenali  potensi  murid,  menciptakan  lingkungan  belajar  yang  mendukung,  dan  membangun  hubungan  guru-murid  yang  positif.  Pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan  akan  menjamin  bahwa  keputusan  yang  diambil  selalu  bersifat  adil,  berempati,  dan  mendukung  perkembangan  murid  secara  optimal.

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan, saya memang pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema. Namun, setelah mempelajari modul ini, saya menyadari adanya beberapa perbedaan signifikan dalam cara berpikir dan bertindak saya. Dalam Berpihak pada Murid, sebelum Modul: Dalam beberapa kasus, keputusan yang saya ambil mungkin tidak sepenuhnya berpihak pada murid. Saya mungkin lebih terpengaruh oleh faktor-faktor lain, seperti peraturan, tekanan dari orang tua, atau kepentingan pribadi. Setelah saya mempelajari Modul, Modul ini memberikan insight baru kepada saya,  pentingnya mengutamakan kepentingan murid dalam setiap keputusan yang diambil. Saya lebih sadar terhadap dampak keputusan saya terhadap murid dan berusaha untuk membuat keputusan yang menguntungkan mereka.

Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Mempelajari konsep pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan telah membawa perubahan signifikan pada cara saya dalam mengambil keputusan, baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajaran.

Sebelum mempelajari modul ini, pengambilan keputusan saya cenderung:

  • Berfokus pada aspek praktis dan efisiensi: Saya seringkali memilih solusi yang paling mudah dan cepat, tanpa terlalu mempertimbangkan implikasi etisnya. 
  • Terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau kelompok: Saya mungkin tidak sepenuhnya objektif dalam pengambilan keputusan, dan terkadang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. 
  • Kurang mempertimbangkan nilai-nilai universal: Saya mungkin tidak secara sadar mengabaikan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian dalam pengambilan keputusan. 

Setelah mempelajari modul ini, saya lebih:

  • Sadar terhadap nilai-nilai universal: Saya kini mengutamakan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian dalam setiap keputusan yang saya ambil. 
  • Mampu menganalisis dilema etika: Saya dapat lebih mudah mengidentifikasi dan memahami dilema etika yang dihadapi, serta mempertimbangkan berbagai perspektif dan implikasi. 
  • Menerapkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan: Saya menggunakan prinsip-prinsip seperti prinsip berbasis hasil akhir, prinsip berbasis peraturan, dan prinsip berbasis rasa peduli untuk membimbing pengambilan keputusan saya. 
  • Berpihak pada murid: Saya selalu mengutamakan kepentingan dan kebutuhan murid dalam setiap keputusan yang saya ambil. 

Dampaknya, saya menjadi lebih:



  • Reflektif dan bertanggung jawab: Saya lebih hati-hati dalam mengambil keputusan dan selalu mempertimbangkan implikasi dari keputusan tersebut. 
  • Adil dan berempati: Saya lebih peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, terutama murid. 
  • Berintegritas dan konsisten: Saya lebih konsisten dalam menjalankan nilai-nilai yang saya anut dan selalu berusaha untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah saya pelajari. 

Secara keseluruhan, mempelajari konsep pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan telah membantu saya menjadi pemimpin yang lebih bijaksana, adil, dan bertanggung jawab. Saya kini lebih mampu menentukan keputusan yang berpihak pada murid dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mereka secara holistik.

 

Minggu, 21 November 2021


 KUMPULAN SOAL FR PPK GELOMBANG 1 SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

MATERI MATEMATIKA PPPK TAHUN 2021



MATERI MANAJERIAL PPPK SLCC PGRI JAWA TENGAH  YANG BERSUMER DARI http://www.slccpgrijateng.org/ SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

E-BOOK SOAL-SOAL PPK

 

Buat kalian yang akan menghadapi ujian PPPK Tahap 2 yuk baca kumpulan soal berikut semoga bermanfaat silahkan download

MATERI TEKNIS IPA PPPK TAHUN 2021

 pada kesempatan hari ini kami sampaikan materi teknis IPA PPK 2021 yang bersumber dari http://www.slccpgrijateng.org silahkan download 

MATERI PEDAGOGIK PPPK 2021 PGRI JAWA TENGAH

 Pada kesempatan har ini saya sampaikan beberapa rangkuman materi PPPK sebagai persiapan TES Tahap 2 para pejuang NIP PPPK selamat semoga berhasil silahkan download

Rabu, 22 Februari 2017

FATAMORGANA CINTA

Fatamorgana Cinta

ghias raut wajahmu
Sekarang engkau malu menemuiku
Mungkin kau marah
Atau..... kau dis
Cinta....... Cinta .......oh cinta....
Mungkinkah, engkau datang lagi,
Dimana terlalu jauh
Sejauh Cakra wala Diufuk sana
Ketika kau berada disisiku,
Kedamaian Menyelimuti
Terwujutnya keindahan alam
Merona, men ana telah menemukan sesuatu
Aku percaya, tiadda yang kau cari selain aku
Mungkinkah hal itu terjadi
Ataukah mungkin itu hanya ilusiku
Krmudian kau marah, benci, atau....
Aku lupa sehingga kau mengangatkanku
Namun semua itu hanya, suatu
Bayangan, ilusiku yang terlalu ....
Ah tak mungkin....
Namun aku yakin....
Suatu saat kau akan datang
Menemuiku lagi


Canduk; 6 yanuari 2010


Sabtu, 18 Februari 2017

PANDUAN NARAKARAYA 1 KMD

Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan Lapotan Narakarya I Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Kwartir Ranting Lumbir tahun 2015. Tidak lupa juga saya ucapan terima kasih, kepada semua pihak yang sudah banyak membantu dalam pencarian data dan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

Laporan ini disusun untuk menginformasikan kepada pembaca agar mengetahui peningkatan dan perkembangan kepramukaan di Gugusdepan SD Negeri 3 Canduk, yang saya sajikan berdasarkan pengumpulan data dan pengamatan saya selama berperan menjadi  pembina di gugus depan ini. Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber baik dari pembina, pembantu pembina maupun peserta didik dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri saya sendiri maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya laporan  ini dapat terselesaikan.

Semoga Laporan saya dapat bermanfaat bagi segala pihak khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca laporan saya ini, dan  mudah-mudahan juga  dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pembaca. Walaupun laporan ini memiliki kelebihan dan kekurangan, saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih





                                                                                         Lumbir    September 2015


Tertanda,
            EKO YULIANSOR



BAB I
PENDAHULUAN

A.    KEPRAMUKAAN
1.      Biodata penulis
Nama                                       : EKO YULIANSOR
Alamat                                     : Canduk, RT 02/RW 05, Desa Canduk, Kec. Lumbir
Tempat, Tanggal Lahir            : Banyumas, 19 Juli 1990
Agama                                     : Islam
Pekerjaan                                 : Guru SD
Motto                                      : Sedikit Bicara Banyak Bekerja
Gugus Depan                          : SD Negeri 3 Canduk (18.2277)
Alamat Gugus Depan              : Jalan Canthuk Mas No54, RT 02/RW 07, Desa Canduk Kecamatan Lumbir 53176
Kwartir Ranting                      : Lumbir
Kwartir Cabang                       : Banyumas
Jabatan di Gugus Depan         : Pembina Pramuka Siaga

2.      Riwayat Jabatan Kepramukaan Penulis
1.    Siaga
a.         Mula                            : 1999
b.         Bantu                           : 2000
c.         Tata                             : 2001
2.    Penggalang
a.         Ramu                           : 2002
b.         Rakit                            : 2003
c.         Terap                           : 2004             






B.       TENTANG GUGUSDEPAN BINAAN
1.      Nomor, Lokasi, Kwartir dan Alamat gugusdepan binaan
Nomor Gugusdepan                : 18.2277
Kwartir Ranting                      : Lumbir
Kwartir Cabang                       : Banyumas
Pangkalan                                : SD Negeri 3 Canduk
Alamat                                     : Jalan Cantuh Mas No 54 RT 02/07 Desa Canduk
2.      Sejarah singkat tentang gugusdepan
I.          Definisi GUDEP
Gugusdepan, disingkat Gudep adalah suatu kesatuan organisasi dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka sebagai peserta didik dan pembina Pramuka, serta berfungsi sebagai pangkalan keanggotaan peserta didik.

II.       Profil Gugus Depan SD Negeri 3 Canduk
Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia dengan tujuan agar menjadi manusia berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental dan tinggi moral, demi mewujudkan visi tersebut Gugus Depan SD Negeri 3 Canduk sebagai Gerakan Pramuka memiliki karakter kepramukaan yang khas, dimensi akhlak dan pemahaman keagamaan yang kuat menjadi potensi yang luar biasa guna turut berperan aktif dalam membangun bangasa dan Negara Indonesia.
Pramuka Penggalang SD Negeri 3 Canduk sejak diresmikan , telah melakukan banyak kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka SD Negeri 3 Canduk di design dalam salah satu unit kegiatan ekstrakulikuler yang diwajibkan. Yang selanjutnya kwalitas dari Gerakan Pramuka ini menjadi penopang dari ketercapaian visi-misi SD Negeri 3 Canduk “ Berpacu dalam prestasi, luhur dalam budi pekerti” setiap tahunnya. Pada awal berdirinya gugusdepan SD Negeri 3 Canduk pada tanggal 28 November 1982 telah muncul keinginan yang kuat dari para pelaksananya untuk mendirikan kegiatan Gerakan Pramuka guna mendisiplinkan peserta didiknya.
Dengan fasilitas yang sederhana baik dari pemerintah, masyarakat maupun peserta didik kegiatan Gerakan Pramuka inipun dilaksanakan dengan rasa penuh semangat dan tanggungjwab. Alumni yang berasal dari SD Negeri 3 Canduk, para Pembina pramuka Kwartir Ranting Lumbir termasuk perintis yang menciptakan konsep kepramukaan di SD Negeri 3 Canduk dengan intensitas kegiatan yang disesuaikan dengan AD/ART Gerakan Pramuka.
Tahun demi tahun dinamika kepramukaan SD Negeri 3 Canduk mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan pembuktian mendapat perhatian positif baik dari kwarran maupun kwarcab, sehingga sampai sekarang gugusdepan SD Negeri 3 Canduk masih menyelenggarakan Pendidikan Gerakan Pramuka.
3.      Potensi gugusdepan
SD Negeri 3 Canduk dikenal memiliki output personil yang baik di bidang kepramukaan. Semua itu tentu berawal dari usaha yang tidak ringan. Motivasi para pembina pramuka SD Negeri 3 Canduk sangat berpengaruh pada kegiatan pramuka  di dalam Gugus Depan SD Negeri 3 Canduk. Potensi yang mereka miliki akan muncul dan terasah dengan kegiatan latihan pramuka yang disiplin, intensif, namun tetap menyenangkan.
Para andik pramuka SD Negeri 3 Canduk adalah ujung tombak daripada pramuka SD Negeri 3 Canduk itu sendiri, karena mereka yang aktif melakukan kegiatan di lapangan. Dengan kata lain mereka yang membawa nama pramuka SD Negeri 3 Canduk. peran anggota Pramuka Dewasa, dalam hal ini adalah pembina pramuka, tentunya punya andil banyak megenai perkembangan pramuka di Gugus Depan tersebut dari tahun ke tahun.
Para pembina Gerakan Pramuka SD Negeri 3 Canduk, yang notabene adalah lulusan dari pramuka SD Negeri 3 Canduk, selalu memperbaharui cara penyampaian materi kepramukaan kepada peserta didik. Mengingat motivasi dan potensi daripada peserta didik dari tahun ke tahun berbeda, bahkan cenderung menurun.  Penyampaian materi dengan pendidikan disiplin, intensif, serta menarik dan menyenangkan dirasa sangat perlu, dan dianggap efektif dalam kegiatan kepramukaan. Cara-cara seperti ini berguna untuk meningkatkan kualitas para pembina SD Negeri 3 Canduk, yang kemudian dapat memberikan dampak positif untuk Gerakan Pramuka SD Negeri 3 Canduk. Dan juga menjadi kekuatan tersendiri untuk menghasilkan output yang berkualitas di bidang kepramukaan, serta memberikan pendidikan karakter yang positif bagi peserta didik.
4.      Susunan Mabigus
No.
Jabatan
Nama
Keterangan
1.
Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan
Sumadi, S.Pd.SD
Kepala Sekolah
2.
Wakil Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan
Driyatmo Pranowo, A.Ma.Pd
Guru Kelas
3.
Sekretaris
Lagiyem, S. Pd. Sd
Guru Kelas
4.
Bendahara
Ida Mahmudah, S.Pd
Guru Kelas
5.
Anggota
Jumadi, S.Pd. SD
Guru Kelas
6.
Anggota
Indri Ayu Larasati
Guru Kelas
7.
Anggota
Eko Yuliansor
Guru Kelas
8.
Anggota
Dian Pertiwi
Guru Kelas

5.      Susunan Pembina Gugus Depan
No.
Jabatan
Nama
Keterangan
1.
Ketua Mabigus
Sumadi, S.Pd.SD
Kepala SD Negeri 3 Canduk
2.
Ketua pembina Gugusdepan Putra
Driyamo Pranowo, A. Ma. Pd
Guru Kelas
3.
Ketua pembina Gugusdepan Putri
Lagiyem, S.Pd.SD
Guru Kelas
4.
Pembina Pramuka Siaga Putra
Jumadi, S.Pd.SD
Guru Kelas
5.
Pembantu Pembina Pramuka Siaga Putra
Eko Yuliansor
Guru Kelas
6.
Pembina Pramuka Siaga Putri
Lagiyem, S.Pd.SD
Guru Kelas
7.
Pembantu Pembina Pramuka Siaga Putri
Indri Ayu Larasati
Guru Kelas
8.
Pembina Pramuka Penggalang  Putra
Jumadi, S.Pd.SD
Guru Kelas
9.
Pembantu Pembina Pramuka Penggalang  Putra
Eko Yuliansor
Guru Kelas
10.
Pembina Pramuka Penggalang  Putri
Ida Mahmudah, S.Pd
Guru Kelas
11.
Pembantu Pembina Pramuka Penggalang  Putri
Dian Pertiwi
Guru Kelas



6.      Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI
GUGUSDEPAN 18.2277-18.2278
SD NEGERI 3 CANDUK
JUMADI, S. Pd.SD
 
PEMBINA PENGGALANG PUTRA
 
IDA MAHMUDAH, S. Pd
 
PEMBINA PENGGALANG PUTRI
 
INDRI AYU LARASATI
 
EKO YULIANOSR
 
PEMBINA SIAGA PUTRI
 
PEMBINA SIAGA PUTRA
 
SUMADI, S.Pd.SD
 
KAMABIGUS
 












7.       






7.      Jumlah Anggota
a.       Anggota Pramuka Dewasa
-          Putra               : 4 Orang
-          Putri               : 4 Orang
b.      Anggota Pramuka Siaga
-          Putra               : 16 Andik
-          Putri               : 16 Andik
c.       Anggota Pramuka Penggalang
-          Putra               : 16 Andik
-          Putri               : 17 Andik

8.      Harta Kekayaan Gugusdepan

No
Jenis Kekayaan Gugusdepan
Jumlah
Kondisi
1.
Bendera Merah Putih
2 Buah
Baik
2.
Bendera Pramuka
2 Buah
Baik
3.
Bendera Pandu Dunia
2 Buah
Baik
4.
Peluit Penggalang
2 Buah
Baik
5.
Tenda berkemah
2 Set
Baik
6.
Tali Pramuka
40 Gulung
Baik
7.
Administrasi Gudep
1 Set
Baik
8.
Buku Materi (Boyman)
1 Eks
Baik
9.
Papan Kotak
2 Buah
Baik
10.
Tongkat Penggalang
40 Batang
Baik
11.
Bendera Barung
5 Buah
Baik
12.
Seragam Pramuka Siaga
16 Stel
Baik
13.
Hasduk dan Ring
16 Buah
Baik
14.
Sarung Tangan
16 Pasang
Baik
15.
Baret
8 Buah
Baik
16.
Topi Pramuka
8 Buah
Baik
17.
Bendera Semaphore
1 Pasang
Baik
18.
Bendera Morse
1 Buah
Baik


BAB II
PELAKSANAAN PEMBINAAN SATUAN SIAGA

A.      Program Kegiatan
1.      Pencapaian SKU minimal 3 Mula, 2 Bantu, 1 Tata.
2.      Meningkatkan latihan rutin Pramuka Siaga
3.      Pencapaian TKK, 10 TKK Wajib Siaga ( 5 bidang TKK)
4.      Pelantikan bagi anggota yang sudah memenuhi syarat
5.      Mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting maupun Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

B.       Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan masa pengembangan dilaksanakan selama 6 Bulan (Agustus 2015 s.d Oktober 2015) dengan pegembangan di gudep SD Negeri 3 Canduk.

C.       Hasil Pelaksanaan Kegiatan
Dari beberapa Program kepramukaan golongan Siaga di gudep SD Negeri 3 Canduk telah terpenuhi seluruh program kepramukaan, diantaranya :
1.    Terpenuhi syarat melantik minimal 3 Orang Siaga Mula, 2 Orang Siaga Bantu dan 1 Orang Siaga Tata dengan dibuktikan dengan SKU andik yang telah dilantik.
2.    Latihan rutin di gudep SD Negeri 3 Canduk golongan Pramuka Siaga dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jum`at  pukul 13.00- 15.00 WIB.
3.    Pencapian SKK digugsdepan SD Negeri 3 Canduk masih belum bisa mencapai 10 SKK Wajib Pramuka Siaga, hanya tercipta 5 SKK
4.    Pelantikan anggota Gerakan Pramuka yang telah memenuhi syarat akan segera saya lantik sesuai dengan peraturan yang ada dan proses pelantikan menggunakan upacara.
D.      Hasil Pencapaian SKU, SKK, SPG
1.    Hasil pencapian SKU digugudepan SD Negeri 3 Canduk terlantik 8 andik Pramuka Siaga , digugusdepan SMP Negeri 2 Lumbir terlantik 5 andik Pramuka penggalang Rakit dan 5 andik Pramuka penggalang terap.
2.    Hasil pencapian SKK pada gugusdepan SD Negeri 3 Canduk baru mencapai 3 SKK Wajib Pramuka Siaga yaitu SKK PPPK, SKK Mengintai dan SKK Juru kebun, SKK Menabung dan SKK Sholat.

E.       Kegiatan Besar diluar Gugusdepan yang diikuti oleh peserta didik
1.      Lomba Tingkat 2 Kwartir Ranting Lumbir yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 Agustus 2014 di desa Lumbir, Kec. Lumbir.























BAB III
PENUTUP

Dengan iringan ucapan “Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin” akhirnya laporan Narakarya I Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Golongan Pramuka Siaga tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Bakorwil Banyumas-Pekalongan tahun 2014 Gerakan Pramuka Gugus Depan 18.2265 pangkalan SD Negeri 3 Canduk Kwartir Ranting Lumbir dapat terselesaikan walaupun kemungkinan terdapat banyak kekurangan sehingga laporan ini belum bisa memuaskan berbagai pihak.
Dengan berpegang Satya dan Dharma Pramuka melalui para anggota dewasa, kita tingkatkan kinerja yang semakin baik untuk mendapatkan hasil produksi yang dapat bersaing di dunia yang modern ini. baik dari segi kuantitas maupun kualitas peserta didik dibidang kepramukaan ataupun teknologi.
Akhirul Kalam, apabila dalam menjalankan amanat ini ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf yang seiklas-iklasnya.


Lumbir,      September 2015
Penulis,


EKO YULIANSOR











BAB IV
LAMPIRAN BUKTI FISIK KEGIATAN

A.   Kumpulan rencana program latihan
Sebaimana Terlampir
B.     Kumpulan catatan pelaksanaan/hasil kegiatan
Sebagaimana Terlampir
C.    Kumpulan catatan selama pembinaan
Sebagaimana Terlampir
D.    Dokumentasi ( Foto, copy piagam, dll )
Sebagaimana Terlampir
E.     Surat Permohonan Ijin pengembangan di gugusdepan  SMP Negeri 2 Lumbir
Sebagaimana Terlampir


DAFTAR PUSTAKA



Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. 2011. Undang-undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Jakarta : Pustaka Tunasmedia.

Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah. 2011. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Semarang : Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2012. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Jakarta : Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

















                           



A.   Jadwal Pengembangan bersama
JADWAL PELATIHAN BERSAMA
PRAMUKA SIAGA GUDEP 02.2277/78
SDN 3 CANDUK, KEC.LUMBIR, KAB,BANYUMAS


NO
WAKTU
MATERI
PELATIH
KET
1
Agustus 2015
Jumat ke 1
14.00-16.00
1.     Upacara Pembukaan latihan Siaga


2.     Dapat Menyebutkan  Rukun Iman dan Rukun Islam
3.     Dapat Melafalkan Surat Al Fatiah dan menyebutkan artinya

4.     Permainan

5.     Dapat Menghafal 3 Surat   Pendek

6.     Upacara penutupan Latihan


Siswo wardoyo

Eko Yuliansor

Septiyo
Yuminah

Riswanto

Saryono

Kusrini

2
Agustus 2015
Jumat ke 2
14.00-16.00

1.    Upacara Pembukaan latihan Siaga
2.    Dapat Menghafal Dwisatya dan Dwdarma

3.    Dapat mengetahui tata cara berwudhu beserta do`anya

4.    Permainan

5.    Dapat Menunjukan 4 Arah Mata Angin
6.    Upacara penutupan Latihan
Eko Yuliansor
Septiyo yuminah

Riswanto


Saryono

Kusrini

Siswo wardoyo

3
Agustus 2015
Jumat ke 3
14.00-16.00

1.     Upacara Pembukaan latihan Siaga

2.     Dapat Melaksanakan gerakan sholat dan beserta bacaannya

3.     Dapat menyebutkan sedikitnya 6 hari besar nasional dan 5 nama orang pahlawan
4.     Permainan
5.     Dapat menyebutkan sila pancasila dan lambangnya
6.     Upacara penutupan
Septiyo Yuminah
Riswanto


Saryono


Kusrini
Siswo wardoyo
Eko Yuliansor

4
Agustus 2015
Jumat Ke 4
14.00-16.00
1.     Upacara Pembukaan latihan Siaga
2.     Dapat menghafal sedikitnya 3 do`a harian
3.     Dapat menyebutkan arti lambang pramuka
4.     Permainan
5.     Dapat Membuat simpul mati, simpul hidup, anyam,pangkal dan jangkar
6.     Upacara penutupan
Riswanto
Saryono

Kusrini

Siswo Wardoyo

Septiyo yuminah



Mengetahui
Ka. Mabigus                                                                                      Ketua Kelompok
SD Negeri 3 Canduk                                                                       Pengembangan KMD



SUMADI, S. Pd.SD                                                                        EKO YULIANSOR
NTA.                                                                                                    NTA.



















Upacara Pembukaan Latihan Siaga
Rounded Rectangle:
 
















Kegiatan Game Bersama Yanda Sudarmono dari Kwarran Lumbir

Rounded Rectangle:
 
















Ujian SKU
Rounded Rectangle:
Rounded Rectangle:
 



































Kegiatan Upacara Penutupan Latian Siaga

Rounded Rectangle:
 












GERAKAN PRAMUKA
Pengetesan SKU Siaga Mula


Rounded Rectangle:
 
























Pembinaan dan Kunjungan dari pengurus Kwarran Lumbir

Rounded Rectangle:
 



















Pembinaan dan Kunjungan dari pengurus Kwarran Lumbir

Rounded Rectangle:
 




















KWARTIR RANTING LUMBIR BANYUMAS
GUDEP BMS 18.2277 / 18.2278
SD NEGERI 3 CANDUK
UNIT PENDIDIKAN KECAMATAN LUMBIR
Hal           : Surat ijin Pengembangan KMD                               Canduk, 9 Agustus 2014
Lamp.       : -

Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini kami :
Nama                                : SUMADI, S. Pd. SD
NIP                                  : 19720906 199503 1003
Jabatan                             : Kepala Sekolah
Tempat Dinas                   : SD Negeri 3 Canduk
Memberika Ijin Kepada :
Nama Siswa                     : EKO YULIANSOR
NIP                                  : -
Jabatan                             : Guru
Tempat Dinas                   : SD Negeri 3 Canduk
untuk melaksanakan Kegiatan Pengembangan Kursus Mahir Dasar ( KMD ) tingkat Kwartir ranting Lumbir yang di laksanakna selama 3 ( Tiga ) bulan ( April – September 2015 ) di SD Negeri 3 Canduk.
Demikian Surat Ijin ini kami buat untuk dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, terima kasih.

                                                                                         Mengetahui
                                                                                         Kepala SD Negeri 3 Canduk
                            
                                                                                        
                                                                                        
SUMADI, S. Pd.SD

                                                                                         NIP. 19720906 199503 1003

Rangkuman Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Bersbasis Nilai nilai Kebajikan

  Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?...